Rabu, 28 Januari 2026

Tugas mandiri 14

 Ringkasan Materi – 10 Poin Penting)


1. Penulisan akademik tidak berhenti pada draf, tetapi harus melalui tahapan penyuntingan, presentasi, dan publikasi agar gagasan diakui secara ilmiah.


2. Penyuntingan substansi bertujuan memastikan kekuatan argumen, kebaruan ide, kelengkapan data, dan alur logika dari pendahuluan hingga kesimpulan.


3. Penyuntingan bahasa menekankan kejelasan, keefektifan kalimat, konsistensi istilah, serta penggunaan gaya formal dan objektif.


4. Penyuntingan mekanik memastikan ketepatan ejaan, tanda baca, format, serta kesesuaian dengan PUEBI, KBBI, dan gaya selingkung jurnal.


5. Teknik self-editing meliputi memberi jeda waktu (cooling period), membaca nyaring, dan mengecek konsistensi istilah serta format.


6. Presentasi ilmiah harus dirancang dengan prinsip visual yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami, misalnya melalui prinsip 10–20–30 dan penggunaan grafik.


7. Struktur presentasi yang baik terdiri dari pembuka (hook), isi inti (metode dan hasil), serta penutup yang menekankan implikasi temuan.


8. Kemampuan menjawab pertanyaan audiens secara tenang dan sistematis menunjukkan penguasaan materi dan profesionalisme akademik.


9. Publikasi jurnal memerlukan pemilihan jurnal yang sesuai scope, bereputasi, dan memiliki sistem peer review yang kredibel.


10. Etika publikasi (anti-plagiarisme, larangan salami slicing, dan double submission) merupakan fondasi integritas dan reputasi ilmiah. 



A. Pertanyaan Pemantik


1. Mengapa penyuntingan mekanik yang buruk bisa menyebabkan penolakan jurnal meskipun isinya bagus?

Karena jurnal memiliki standar teknis ketat; kesalahan ejaan, format, dan sitasi menunjukkan kurangnya profesionalisme dan dapat mengganggu kredibilitas naskah.

2. Apa perbedaan mendasar menyunting tulisan sendiri vs orang lain?

Menyunting tulisan sendiri lebih subjektif dan sulit melihat kesalahan, sedangkan menyunting tulisan orang lain lebih objektif.

3. Sejauh mana AI boleh digunakan dalam penyuntingan akademik?

AI dapat membantu tata bahasa dan struktur, tetapi ide, analisis, dan keputusan akhir tetap harus dari penulis.

4. Mengapa visualisasi data lebih efektif daripada narasi panjang?

Karena grafik dan diagram lebih cepat dipahami dan membantu melihat pola serta hubungan data.

5. Bagaimana mengatasi kegugupan saat tanya jawab?

Dengan persiapan materi, latihan, mendengarkan pertanyaan dengan baik, lalu menjawab secara terstruktur.

6. Apa langkah jika naskah ditolak sebelum peer review?

Mengevaluasi kembali kesesuaian topik dengan jurnal dan memperbaiki naskah sebelum mengirim ke jurnal lain.

7.Mengapa etika publikasi sangat krusial?

Karena menjaga kejujuran ilmiah dan kepercayaan komunitas akademik.

8. Bagaimana menentukan urutan penulis?

Berdasarkan kontribusi terbesar hingga terkecil dalam penelitian dan penulisan.

9. Apa risiko publikasi di jurnal predator?

Reputasi akademik bisa rusak dan karya tidak diakui secara ilmiah.

10. Bagaimana menyederhanakan bahasa teknis tanpa merusak makna?

Dengan memilih istilah yang tepat, kalimat ringkas, dan memberi penjelasan jika perlu.


B. Pertanyaan Reflektif 


1. Bagian penyuntingan mana yang paling sulit bagi saya?

Menjaga alur logika dan konsistensi istilah.

2. Apakah saya lebih fokus pada tata bahasa atau argumen?

Perlu menyeimbangkan keduanya agar tulisan kuat dan jelas.

3. Apakah presentasi saya menarik untuk ditonton?

Menjadi evaluasi untuk memperbaiki gaya penyampaian.

4. Seberapa siap menerima kritik reviewer?

Harus siap secara mental dan ilmiah untuk perbaikan.

5. Pernah mengabaikan sitasi?

Ini harus dihindari demi kejujuran akademik.

6. Apa motivasi mempublikasikan tulisan?

Untuk berkontribusi pada ilmu pengetahuan.

7. Bagaimana perasaan jika karya diplagiasi?

Kecewa dan dirugikan secara akademik.

8. Apakah referensi sudah mutakhir?

Idealnya menggunakan sumber 10 tahun terakhir.

9. Bagaimana meningkatkan kemampuan presentasi?

Dengan latihan rutin dan evaluasi diri.

10. Langkah perbaikan draf selanjutnya?

Melakukan penyuntingan substansi, bahasa, dan mekanik secara menyeluruh.


Tugas mandiri 13

 Ringkasan 10 Poin Penting Artikel Ilmiah Populer


1. Artikel ilmiah populer berfungsi sebagai jembatan antara pengetahuan akademik dan publik luas.


2. Fokus utama bukan kompleksitas metodologi, tetapi relevansi dampak penelitian bagi kehidupan sehari-hari.


3. Bahasa harus komunikatif, inklusif, dan bebas jargon teknis yang tidak perlu.


4. Substansi ilmiah tetap dijaga meskipun gaya penyajian disederhanakan.


5. Proses penulisan diawali dengan mengekstraksi temuan inti penelitian.


6. Struktur narasi lebih penting daripada struktur baku akademik.


7. Judul berfungsi sebagai pintu masuk pemahaman, bukan alat manipulasi klik.


8. Literasi media diperlukan agar penulis memahami cara kerja publik dan platform digital.


9. Diseminasi penelitian adalah tanggung jawab sosial peneliti, bukan aktivitas tambahan.


10. Artikel populer memperluas dampak riset melampaui ruang kelas dan jurnal.


  

Pertanyaan-pertanyaan ini dimaksudkan untuk memicu diskusi kelompok. 

1. Berita kesehatan di portal media bersifat ringkas, aplikatif, dan berorientasi pada dampak langsung, sedangkan jurnal kedokteran bersifat teknis, metodologis, dan ditujukan untuk komunitas ilmiah terbatas.

2. Banyak hasil penelitian berhenti di perpustakaan karena tidak ada upaya translasi bahasa dan konteks ke ranah publik, serta karena sistem akademik lebih menghargai publikasi ilmiah formal dibanding diseminasi sosial.

3. Kesulitan menjelaskan pekerjaan akademik kepada non-akademisi menunjukkan kegagalan komunikasi, bukan rendahnya kecerdasan audiens.

4. Judul boleh menarik selama tetap merepresentasikan isi dan tidak menyesatkan. Batasnya adalah kejujuran substansi.

5. Tidak semua hasil penelitian layak menjadi artikel populer. Yang layak adalah penelitian yang memiliki relevansi sosial, implikasi praktis, atau nilai reflektif bagi masyarakat.


Refleksi 


1. Menulis untuk berbagi pemahaman berarti menempatkan pembaca sebagai subjek utama, bukan sebagai penonton kecerdasan penulis.

2. Kesediaan pembaca meluangkan waktu lima menit menjadi indikator kejelasan, relevansi, dan kejujuran tulisan.

3. Bagian penelitian yang paling menyentuh publik adalah temuan yang memengaruhi keputusan, kebiasaan, atau cara pandang sehari-hari.

4. Memberikan kredit adalah bentuk etika dan kesadaran bahwa pengetahuan lahir dari kerja kolektif.

5. Dikutip untuk tujuan bermanfaat menandakan bahwa tulisan telah melampaui fungsi akademik dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.


Tugas mandiri 12

 Ringkasan 10 Poin Penting 


1. Laporan kegiatan dan laporan penelitian memiliki fungsi, tujuan, dan standar keilmuan yang berbeda.


2. Laporan kegiatan berorientasi pada pertanggungjawaban pelaksanaan, sedangkan laporan penelitian berorientasi pada penemuan ilmiah.


3. Struktur laporan formal menuntut sistematika logis: pendahuluan, isi/pembahasan, dan penutup.


4. Analisis data menjadi pembeda utama antara laporan deskriptif dan laporan ilmiah.


5. Kejelasan metodologi menentukan kredibilitas laporan penelitian.


6. Bahasa baku dan efektif adalah syarat legitimasi akademik.


7. Data harus disajikan secara logis melalui tabel, grafik, atau narasi analitis.


8. Etika penulisan menjaga kejujuran intelektual dan kepercayaan pembaca.


9. Daftar pustaka berfungsi sebagai bukti keterlibatan ilmiah, bukan formalitas.


10. Laporan yang baik memungkinkan evaluasi, replikasi, dan pengambilan keputusan.



Jawaban Diskusi Kelompok


1. Perbandingan rencana anggaran dan realisasi anggaran menunjukkan tingkat akuntabilitas, efisiensi, dan integritas pelaksanaan kegiatan. Tanpa perbandingan ini, laporan kehilangan fungsi evaluatif dan berpotensi menutupi pemborosan atau penyimpangan.

2. Validitas penelitian runtuh ketika metodologi tidak dijelaskan secara rinci karena proses penelitian tidak dapat diuji, dievaluasi, atau direplikasi. Hasil penelitian berubah menjadi klaim subjektif tanpa dasar ilmiah.

3. Bagian hasil menyajikan data apa adanya, sedangkan pembahasan menafsirkan makna data tersebut dengan merujuk pada teori dan penelitian terdahulu. Mencampur keduanya mengaburkan batas antara fakta dan interpretasi.

4. Perangkat lunak anti-plagiarisme meningkatkan disiplin akademik, memaksa penulis untuk memahami, bukan menyalin. Teknologi ini menggeser fokus dari sekadar menulis ke kemampuan berpikir dan mengolah gagasan.

5. Dalam pengambilan keputusan, bagian evaluasi hasil dan rekomendasi paling menentukan karena menunjukkan dampak nyata, kendala, dan kelayakan program untuk dilanjutkan atau dihentikan.



Refleksi Akhir Proyek 


1. Data numerik yang bersifat perbandingan dan rinci lebih efektif disajikan dalam tabel, sementara pola, tren, dan perubahan lebih komunikatif melalui grafik.

2. Tantangan terbesar dalam parafrasa adalah mempertahankan makna asli tanpa meniru struktur kalimat. Kepastian non-plagiarisme dicapai dengan memahami sumber terlebih dahulu, lalu menulis ulang dengan logika sendiri.

3. Pencantuman sumber tetap wajib meskipun ide bersifat umum karena etika akademik menuntut kejujuran asal-usul gagasan dan penghormatan terhadap tradisi keilmuan.

4. Objektivitas dalam laporan kegiatan yang gagal dijaga dengan memisahkan fakta, analisis, dan opini, serta menyajikan kritik berbasis data dan rekomendasi solutif.

5. Penyederhanaan temuan kompleks dilakukan dengan memilih konsep inti, menghindari jargon berlebihan, dan menggunakan analogi terbatas tanpa mengorbankan ketepatan ilmiah.

Senin, 26 Januari 2026

Tugas Mandiri 11

A

  1. Modul 10 menekankan proses identifikasi masalah penelitian berbasis realitas sosial dan lingkungan sekitar.

  2. Masalah penelitian harus relevan, kontekstual, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat atau bidang keilmuan.

  3. Observasi awal dan data pendahuluan berperan penting dalam membuktikan urgensi masalah penelitian.

  4. Teori digunakan sebagai alat analisis untuk menjembatani konsep akademik dengan fenomena lapangan.

  5. Penelitian yang baik harus memiliki kontribusi unik (novelty) dibandingkan penelitian sebelumnya.

  6. Penyusunan proposal menuntut kemampuan membatasi fokus masalah agar tetap realistis dan terukur.

  7. Aspek etika penelitian menjadi perhatian utama sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

  8. Proyek berbasis pembelajaran (PjBL) melatih kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab akademik.

  9. Proses penelitian bersifat dinamis dan sering memerlukan adaptasi strategi.

  10. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak praktis.


B.

Relevansi Sosial
Isu yang mendesak adalah pengelolaan sampah dan rendahnya kesadaran lingkungan di sekitar kampus, yang berdampak langsung pada kebersihan dan kesehatan, namun belum banyak dikaji secara mendalam dari sisi perilaku dan kebijakan lokal.

Jembatan Teori & Realitas
Teori perilaku sosial dan teori partisipasi masyarakat relevan digunakan untuk menganalisis bagaimana sikap, norma, dan kesadaran memengaruhi respons masyarakat terhadap masalah lingkungan.

Keterbatasan Data Awal
Proposal masih dapat disusun secara kredibel dengan data awal berupa hasil observasi lapangan, wawancara singkat, dan dokumentasi kondisi nyata. Data awal yang paling krusial adalah bukti adanya masalah dan dampaknya.

Kontribusi Unik
Nilai tambah penelitian terletak pada konteks lokal, sudut pandang baru, atau pendekatan metodologis yang berbeda sehingga menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.

Batasan Etika
Dilema etika yang mungkin muncul meliputi kerahasiaan informan, izin lokasi, dan subjektivitas peneliti. Mitigasinya dilakukan melalui informed consent, anonimitas data, dan sikap objektif.


C.

Tantangan dan Adaptasi
Tantangan terbesar adalah menentukan fokus masalah yang terlalu luas. Adaptasi dilakukan dengan mempersempit lokasi, subjek, dan variabel penelitian.

Peran Teori vs. Realita
Sebagian data awal mendukung asumsi teoritis, namun ada temuan lapangan yang menunjukkan kondisi lebih kompleks, sehingga teori perlu disesuaikan dengan konteks lokal.

Proses Kolaborasi
Peran paling signifikan adalah dalam pengumpulan data awal dan penyusunan metodologi. Pelajaran penting yang diperoleh adalah pentingnya komunikasi dan pembagian tugas yang jelas.

Keterampilan Akademik
Keterampilan yang paling berkembang adalah berpikir kritis dan menulis ilmiah, yang dapat diterapkan dalam penelitian lanjutan dan penyusunan karya ilmiah lainnya.

Potensi Dampak
Dampak nyata yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat atau pemangku kepentingan terhadap masalah yang diteliti serta lahirnya rekomendasi kebijakan atau solusi praktis.

Tugas Mandiri 10

 A. 

  1. Proposal penelitian adalah dokumen perencanaan yang menjelaskan arah, tujuan, dan strategi pelaksanaan penelitian secara sistematis.

  2. Latar belakang masalah menjadi dasar utama proposal karena menjelaskan konteks, urgensi, dan alasan ilmiah penelitian dilakukan.

  3. Rumusan masalah harus disusun secara logis dan konsisten dengan latar belakang agar penelitian memiliki fokus yang jelas.

  4. Tinjauan pustaka berfungsi menempatkan penelitian dalam peta keilmuan serta menemukan research gap yang relevan dan orisinal.

  5. Research gap yang kuat menekankan kebaruan dan kontribusi penelitian, bukan sekadar pengulangan studi sebelumnya.

  6. Metodologi penelitian menentukan pendekatan, jenis data, teknik pengumpulan, dan analisis data yang sesuai dengan tujuan penelitian.

  7. Pemilihan metode kualitatif atau kuantitatif harus didasarkan pada karakteristik masalah dan jenis data yang dibutuhkan.

  8. Konsistensi antar bagian proposal menjadi syarat penting agar penelitian dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.

  9. Tahap revisi dan seminar proposal berperan penting dalam menguji kesiapan, logika, dan kelayakan penelitian.

  10. Proposal penelitian mencerminkan komitmen, integritas akademik, dan kesiapan peneliti dalam melaksanakan riset secara etis dan realistis.



    1. Sepuluh Ringkasan Penting Modul 9 (Proposal Penelitian)

    1. Proposal penelitian merupakan rencana sistematis yang menggambarkan arah, tujuan, dan cara pelaksanaan penelitian.

    2. Latar belakang masalah berfungsi menjelaskan konteks, urgensi, dan alasan ilmiah mengapa penelitian perlu dilakukan.

    3. Rumusan masalah harus diturunkan secara logis dari latar belakang dan dinyatakan secara jelas serta terfokus.

    4. Tinjauan pustaka bertujuan memetakan posisi penelitian dalam kajian ilmiah yang sudah ada dan menemukan research gap.

    5. Kerangka konseptual atau kerangka berpikir membantu menjelaskan hubungan antar konsep atau variabel yang diteliti.

    6. Metodologi penelitian menjelaskan pendekatan, jenis penelitian, subjek/objek, teknik pengumpulan, dan analisis data.

    7. Konsistensi antar bab proposal menjadi syarat utama kelayakan proposal penelitian.

    8. Proposal bersifat prospektif, sehingga harus realistis dan dapat dilaksanakan sesuai sumber daya yang tersedia.

    9. Revisi proposal merupakan bagian penting untuk menyempurnakan logika, metodologi, dan kelayakan penelitian.

    10. Seminar proposal berfungsi sebagai forum akademik untuk menguji kesiapan dan integritas rencana penelitian.


    2. Jawaban Pertanyaan Pemantik (Triggering Questions)

    Struktur
    Latar belakang berfungsi sebagai pondasi karena menjelaskan konteks dan masalah utama penelitian, sedangkan tujuan atau kesimpulan dapat diibaratkan sebagai atap. Latar belakang harus koheren dengan rumusan masalah (tiang) karena rumusan masalah adalah inti persoalan yang menopang seluruh struktur penelitian.

    Metodologi
    Peneliti memutuskan pendekatan kualitatif atau kuantitatif berdasarkan jenis masalah, tujuan penelitian, dan data yang dibutuhkan. Elemen penentu utama dalam Bab Metodologi meliputi jenis data, teknik pengumpulan data, subjek penelitian, serta metode analisis yang sesuai.

    Fungsi
    Konsekuensi terburuk dari ketidakkonsistenan antara proposal dan pelaksanaan riset adalah hilangnya validitas penelitian, kesulitan dalam analisis data, serta potensi penolakan hasil penelitian oleh pembimbing atau penguji.

    Integritas
    Research gap yang kuat bersifat orisinal, jelas, dan berbasis kajian pustaka kritis, sedangkan duplikasi hanya mengulang penelitian sebelumnya tanpa sudut pandang baru, kontribusi, atau konteks yang berbeda.

    Revisi & Seminar
    Tahap revisi dan persiapan seminar penting karena memastikan proposal dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan komunikatif. Faktor non-teknis yang sering menyebabkan penolakan antara lain lemahnya argumentasi, ketidaksiapan presentasi, dan kurangnya penguasaan materi oleh peneliti.


    3. Jawaban Pertanyaan Reflektif (Reflective Questions)

    Pengalaman Menulis
    Bagian metodologi sering menjadi paling menantang karena menuntut ketepatan teknis. Strategi yang digunakan adalah mempelajari contoh penelitian sejenis dan berdiskusi dengan dosen pembimbing.

    Komitmen
    Sering kali jadwal penelitian belum sepenuhnya realistis. Penyeimbangnya adalah dengan menyesuaikan skala penelitian, mengatur prioritas, dan mempertimbangkan keterbatasan waktu serta sumber daya secara jujur.

    Etika
    Tanggung jawab etis peneliti sangat besar karena mencantumkan sumber tanpa memahami isinya dapat menyesatkan dan melanggar etika akademik.

    Keterbatasan
    Bagian keterbatasan dapat mencakup keterbatasan waktu, jumlah responden, lokasi penelitian, atau metode, sebagai bentuk kesadaran kritis terhadap ruang lingkup penelitian.

    Transparansi
    Proposal yang baik harus menjelaskan tahapan metodologi secara rinci agar dapat direplikasi, sehingga meningkatkan kejelasan, kepercayaan, dan kualitas ilmiah penelitian.

Tugas Mandiri 9

A. 

  1. Pemilihan topik penelitian merupakan langkah awal yang menentukan arah dan kualitas seluruh proses penelitian.

  2. Topik yang baik harus relevan dengan bidang keilmuan dan memiliki kontribusi teoritis maupun praktis.

  3. Pemahaman terhadap masalah penelitian membantu peneliti merumuskan fokus dan tujuan yang jelas.

  4. Topik penelitian sebaiknya spesifik agar dapat diteliti secara mendalam dan terukur.

  5. Ketersediaan data dan sumber referensi menjadi faktor penting dalam kelayakan penelitian.

  6. Minat peneliti terhadap topik berpengaruh besar terhadap konsistensi dan motivasi selama penelitian.

  7. Topik penelitian perlu mempertimbangkan konteks sosial, akademik, dan kebutuhan masyarakat.

  8. Pembatasan topik membantu peneliti menghindari pembahasan yang terlalu luas dan tidak fokus.

  9. Diskusi dengan dosen pembimbing dan kajian literatur sangat membantu dalam mematangkan topik.

  10. Pemilihan topik yang tepat akan mempermudah perumusan masalah, metodologi, dan analisis hasil penelitian.


B.

1. Mengapa pemilihan topik penelitian menjadi fondasi penting dalam keseluruhan proses penelitian ilmiah?
Karena topik penelitian menentukan arah, ruang lingkup, metode, serta kedalaman analisis. Topik yang tidak jelas atau terlalu luas dapat menyebabkan penelitian kehilangan fokus dan sulit mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Apa saja unsur dasar penelitian yang harus dipahami sebelum menentukan arah topik penelitian?
Unsur dasar tersebut meliputi masalah penelitian, tujuan penelitian, landasan teori, metode penelitian, ketersediaan data, serta kontribusi ilmiah yang ingin dicapai.

3. Bagaimana strategi yang efektif dalam membatasi topik agar tidak terlalu luas namun tetap bermakna?
Strategi efektif antara lain dengan menentukan variabel yang jelas, membatasi lokasi atau subjek penelitian, memilih rentang waktu tertentu, serta fokus pada satu sudut pandang atau pendekatan teori.

4. Apa yang membuat suatu topik layak untuk diteliti dan bagaimana relevansi topik terhadap disiplin ilmu dapat ditentukan?
Topik layak diteliti jika memiliki kebaruan, relevansi ilmiah, manfaat praktis, serta dapat diteliti secara metodologis. Relevansi dapat ditentukan melalui kajian literatur dan keterkaitannya dengan teori atau isu dalam disiplin ilmu terkait.

5. Sejauh mana minat pribadi, ketersediaan data, dan urgensi sosial memengaruhi keputusan akhir dalam memilih topik?
Ketiganya sangat memengaruhi. Minat pribadi menjaga motivasi peneliti, ketersediaan data menentukan kelayakan teknis, dan urgensi sosial memastikan penelitian memiliki dampak dan manfaat nyata.


C.

1. Pernahkah Anda merasa bingung dalam memilih topik penelitian? Apa penyebab utamanya, dan bagaimana Anda mengatasinya?
Ya, kebingungan biasanya muncul karena terlalu banyak pilihan topik atau kurangnya pemahaman terhadap masalah penelitian. Hal ini dapat diatasi dengan membaca literatur, berdiskusi dengan dosen pembimbing, dan mempersempit fokus penelitian.

2. Topik seperti apa yang paling sesuai dengan minat akademik Anda? Sudahkah Anda mempertimbangkan topik itu untuk penelitian Anda ke depan?
Topik yang sesuai adalah yang selaras dengan bidang keilmuan dan ketertarikan pribadi. Topik tersebut idealnya sudah mulai dipertimbangkan sejak awal studi agar dapat dipersiapkan secara matang.

3. Menurut Anda, lebih penting mana antara memilih topik yang sedang tren atau topik yang sesuai dengan nilai dan visi pribadi Anda? Mengapa?
Topik yang sesuai dengan nilai dan visi pribadi lebih penting karena memberikan motivasi jangka panjang. Topik tren bisa dipertimbangkan selama tetap sejalan dengan minat dan tujuan akademik peneliti.

4. Seberapa besar pengaruh dosen pembimbing, teman sebaya, dan sumber literatur dalam proses pemilihan topik Anda selama ini?
Pengaruhnya cukup besar, terutama dosen pembimbing dan literatur ilmiah yang membantu menilai kelayakan, kebaruan, serta relevansi topik penelitian.

5. Setelah memahami konsep dan strategi pemilihan topik, apa perubahan pendekatan yang akan Anda lakukan dalam penelitian selanjutnya?
Pendekatan yang akan dilakukan adalah lebih sistematis, berbasis kajian literatur yang kuat, mempertimbangkan kelayakan data sejak awal, serta menyesuaikan topik dengan tujuan akademik jangka panjang.


Tugas mandiri 14

  Ringkasan Materi – 10 Poin Penting) 1. Penulisan akademik tidak berhenti pada draf, tetapi harus melalui tahapan penyuntingan, presentasi,...